Kamis, 26 Februari 2015

Jangan Panggil Aku Si Cengeng

Sahabat Cookies


Bunda, tangisan si kecil yang tak ada hentinya kadang membuat kita jengkel, namun Bunda tetap harus berhati-hati. Jangan sampai terlontar kalimat “Kakak, kok jadi cengeng begitu sih?!” kalimat tersebut akan membuat Si Kecil melabel dirinya sebagai anak cengeng. Kalau sudah begitu, ia kemudian akan memanfaatkan label ini untuk terus menangis demi mendapatkan keinginannya. Akhirnya menangis menjadi senjatanya untuk mengatasi masalah.

Si kecil juga akhirnya jadi tak pernah belajar mengungkapkan keinginannya, pendapatnya atau menyelesaikan masalahnya dengan benar. Yang ia tahu hanya menangis untuk menyelesaikan masalah. Lalu apa yang sebaiknya Bunda lakukan? 
  1. Bunda harus cermat mengamati mana tangisan betulan dan mana tangisan pura-pura. Tangisan pura-pura biasanya berlangsung tanpa air mata, berkepanjangan dan berlebihan. Misalnya ditambah aksi teriak-teriak atau merusak.
  2. Hadapi Si kecil yang menangis dengan tenang, tidak berlebihan, tanyakan apa yang terjadi dan apa yang dia inginkan. Jika si Kecil tantrum, diamkan ia sejenak. Beri waktu untuknya meluapkan emosinya sebelum akhirnya Bunda ajak bicara. Yang paling penting dari semuanya adalah jangan pernah menyebut Si kecil sebagai “Si Cengeng”. 

Rabu, 25 Februari 2015

Khasiat Kubis

Sahabat Cookies


Kubis — atau biasa disebut juga kol atau kobis — adalah sayuran yang biasa diambil daunnya untuk dimakan sebagai lalapan. Tanaman ini berasal dari Eropa Selatan dan Eropa Barat, dimana kubis sendiri berasal dari bahasa Perancis “chou cabus” yang berarti kubis kepala. Sedangkan istilah “kol” berasal dari bahasa Belanda “kool”. Sayuran yang bernama latin Brassica oleracea L. ini termasuk tanaman Capitata. Daunnya tersusun sangat rapat dan membentuk bulatan atau bulatan pipih yang disebut krop / kop / kepala.

Kobis mengandung banyak vitamin A, B, C, dan E. Kandungan vitamin C-nya cukup tinggi untuk mencegah sariawan akut (skorbut). Mineral yang terkandung di dalamnya adalah kalium, kalsium, fosfor, natrium, dan besi. Selain itu, kubis segar juga mengandung sejumlah senyawa yang merangsang pembentukan glutation, zat yang diperlukan untuk menonaktifkan zat beracun dalam tubuh manusia.

Beberapa khasiat daun kubis bagi kesehatan di antaranya:

Mengobati penyakit kelamin. Caranya, ambil beberapa lembar daun kubis yang sudah tua, serta bawang putih dan bawang merah secukupnya. Iris halus semua bahan, masukkan ke dalam panci, lalu embunkan selama 1 malam. Remas-remas, tambahkan sedikit air perasan jeruk nipis, lalu saring airnya. Minum setiap pagi satu kali hingga sembuh.
Mengobati hyperaciditas. Caranya, ambil 1/4 kg kubis dan sebuah wortel ukuran besar. Giling halus, tambahkan 2 gelas air, lalu saring. Tambahkan 1 sendok makan gula lalu simpan dalam lemari es supaya dingin. Minum untuk sehari, 30 menit sebelum makan atau saat terasa sakit pada lambung.

Baca juga artikel lainya.. Sahabat Cookies

Mengenalkan Si Kecil Pada Uang

Sahabat Cookies



Menurut Valentino Dinsi dan Laura Khalida dalam bukunya, Mengajari Anak Berbisnis, anak sudah mulai bisa diajari tentang uang begitu mereka mulai sekolah. Di Indonesia Si Kecil yang berusia 3-5 tahun umumnya sudah mulai bersekolah, nah artinya sudah saatnya ia dikenalkan dengan uang. Hal ini menjadi penting, apalagi jika ia sudah mulai diberi uang saku/bekal sekolah, ia tentunya harus diajari bagaimana mengelola uangnya dengan baik. 

Satu hal lagi yang perlu Bunda ingat adalah frekuensi dan jumlah pemberian uang harus disesuaikan dengan usia dan kebutuhan anak. Berikut tips untuk Bunda dalam memperkenalkan si kecil pada uang.

  1. Ajari dari nominal terkecil. Untuk mata uang rupiah, nominal terkecil nya adalah uang logam Rp. 100, Rp. 200, Rp. 500, Rp. 1000 dan seterusnya. Meski Si kecil akhirnya sudah mengenal uang dengan nominal besar, namun Bunda tetap harus konsisten memberikan uang saku sesuai keperluannya. Bunda juga tetap perlu memberi pengawasan untuk apa saja uangnya digunakan. 
  2. Ajari tentang nilai uang dengan hal sederhana. Misal Si Kecil ingin membeli es krim, minta ia untuk menanyakan pada penjualnya berapa harga eskrim tersebut, lalu berikan sejumlah uang padanya. Jika harus ada kembalian, sebutkan jumlah kembalian yang harus ia terima. Lalu setelah selesai, ajak ia untuk kembali mereview jumlah uang yang diberikan ke tukang es krim dan kembalian yang harus ia terima. Dengan begitu, ia akan mengerti bahwa uang itu memiliki "nilai" dan dapat digunakan untuk membeli sesuatu. semakin berharga/mahal suatu barang semakin besar uang yang harus dikeluarkan.     
  3. Ajari bagaimana cara memperoleh uang. Beri pengertian bahwa uang yang Bunda punya adalah hasil yang diperoleh setelah Bunda atau Ayah bekerja. Agar lebih faham ajak ia untuk "Bekerja" misal menyiram tanaman tiap sore. Untuk tugas tersebut ia akan memperoleh uang seribu rupiah. Dengan begitu Si Kecil akan faham bahwa uang diperoleh setelah seseorang mengerjakan suatu tugas. 
  4. Ajari menabung. Uang yang ia peroleh dengan "bekerja" menyiram tanaman bisa Bunda berikan perhari setelah ia selesai melakukan pekerjaannya.Lalu ajaklah ia untuk memasukkan uang tersebut ke dalam celengan atau kotak yang bisa ia buka setelah 1 bulan. 
  5. Ajari menggunakan uang. Setelah 1 bulan berlalu, ajak ia membuka kotak uang hasil kerjanya dan tanyakan padanya akan digunakan untuk apa uang tersebut. Jika ia kebingungan, Bunda bisa beri masukkan padanya, boleh untuk beli alat tulis atau buku-buku lucu, boleh untuk beli makanan sehat yang ia inginkan, atau boleh juga tetap di simpan di kotak untuk disatukan dengan hasil kerja bulan berikutnya, dan ia akan kagum dengan jumlah uang yang terus bertambah dan bertambah.