Sahabat Cookies
Halo, Bu! Apakah Ibu pernah mendengar tentang baby spa? Ya, sebenarnya baby spa atau yang juga disebut baby massage ini hampir sama dengan pijat bayi. Namun, ada beberapa tahap yang membedakannya, misalnya ada sesi berendam di kolam.
Saya pertama kali mendengar tentang baby spa dari kelompok arisan saya, Bu. Ternyata, tren ini sedang populer di kalangan para ibu selebriti, lho. Ini karena baby spa memiliki kegunaan sendiri bagi si Kecil. Serangkaian pijatan pada tubuh si Kecil dapat memberikan efek rileks, meningkatkan kualitas tidur, dan juga dapat melancarkan peredaran darah si Kecil, Bu.
Wah, dari penjelasan teman arisan saya tersebut, saya pun dulu jadi tertarik untuk mencobanya. Namun, baby spa kan biasanya bisa dilakukan di salon khusus. Apa ada alternatif lainnya, ya?
Nah, setelah mencari info lebih lanjut,ternyata kita juga bisa melakukan baby spa di rumah lho, Bu. Caranya? Berdasarkan tips dari teman-teman yang pernah mencobanya, berikut ini saya ulas empat cara mudah melakukan baby spa di rumah.
1. Ciptakan suasana tenang dan rileks
Tahap ini sangat penting untuk membangkitkan mood si Kecil. Ibu bisa meredupkan cahaya lampu, menutup gorden, dan memasang lagu yang menenangkan untuk menciptakan suasana tenang. Akan lebih baik jika Ibu memasang lilin aroma terapi. Selain dapat menciptakan suasana redup dan tenang, aroma terapi dapat membantu si Kecil lebih rileks.
2. Berendam
Baby spa tidak harus menggunakan kolam khusus, kok. Di rumah, Ibu juga bisa memanfaatkan bath tub di kamar mandi yang diisi dengan air hangat. Kemudian, pakaikan si Kecil pelampung leher khusus lalu biarkan ia bergerak bebas di dalam air, tapi jangan lupa untuk terus memeganginya. Lakukan ritual berenang ini selama sekitar 10 menit.
Biasanya, bayi yang belum terbiasa akan merasa takut dan menangis. Jika demikian, celupkan si Kecil perlahan-lahan hingga ia beradaptasi dan merasa tenang. Ritual mandi sekaligus berenang ini sangat berguna untuk meregangkan otot si Kecil dan membersihkan sel-sel kulit mati.
3. Pijat
Sebagai permulaan pada tahap ini, Ibu dapat menggunakan minyak bayi maupun minyak telon. Posisikan si Kecil secara telentang. Awali pijatan pada kaki, mulailah memijat dari bagian paha hingga telapak kaki. Selanjutnya, lakukan pijatan pada tangan, mulailah memijat dari bagian ketiak hingga ujung jari tangan. Putar pergelangan tangannya searah jarum jam secara perlahan.
Lanjutkan dengan pijatan di area dada. Saat memijat, buat gerakan melingkar dengan kedua tangan. Pijat secara lembut hingga ke area paha. Terakhir, posisikan si Kecil secara telungkup. Pijat bagian bahu, punggung, hingga ke ujung kaki.
4. Tahap terakhir
Rebahkan si Kecil seperti posisi semula. Sambil memakaikannya baju, Ibu dapat mengajaknya bercanda atau bermain Cilukba. Setelah melakukan serangkaian tahap di atas, menimang sambil menyusui si Kecil dapat menjadi tahap akhir yang akan membuatnya tidur dengan nyaman.
Mudah kan, Bu? Nah, sebelum melakukan rangkaian baby spa, pastikan si Kecil tidak lapar dan mengantuk karena akan membuatnya rewel. Ibu juga perlu untuk terus mengajaknya mengobrol dan bercanda supaya ada keterikatan antara Ibu dan si Kecil.
Pada umumnya, bayi yang belum pernah dipijat sama sekali akan merasa takut dan tidak nyaman. Oleh sebab itu, cobalah untuk memulainya perlahan-lahan sambil terus berkomunikasi dengannya. Jika si Kecil tetap menangis, sebaiknya jangan dipaksakan karena akan membuatnya trauma pada baby spa.
Bagaimana Bu, tertarik untuk mencoba baby spa untuk si Kecil? Selamat mempraktekkan tips saya di rumah, Bu !
Referensi: www.ibudanbalita.com
Sahabat Cookies
Bunda, mendisiplinkan anak bisa lho dimulai sejak dini. Namun ada beberapa prinsip dasar yang harus Bunda perhatikan ketika bermaksud memulai pelajaran disiplin untuk Si Kecil. Berikut 5 prinsip dasar tersebut:
- Ayah-Bunda jadi role model untuk anak. Apa yang ingin Bunda terapkan pada anak, terapkan dan lakukan dulu pada diri sendiri, misal Bunda ingin Si Kecil selalu disiplin untuk menyikat gigi sebelum tidur maka ayah-bunda lah yang harus melakukannya terlebih dahulu agar Si kecil melihat dan mengikuti.
- Konsisten dan kontinyu (berkelanjutan). Konsistensi merupakan modal yang paling penting dalam pelajaran disiplin bagi Si Kecil, jika ayah-bunda melarang si kecil untuk membawa mainan ke sekolah maka konsistenlah dan jangan tergoda untuk sesekali memberi kelonggaran. Misal karena anak mogok berangkat sekolah akhirnya Bunda izinkan ia membawa mainan favoritnya ke sekolah agar ia mau pergi. Hal ini akan membuat Si kecil menjadikan mogok sekolah sebagai senjata agar ia bisa membawa mainan ke sekolah. Ingat kekompakan ayah dan bunda pun sangat penting, jangan sampai Bunda melarang tapi ayah membolehkan.
- Aturan nya jelas, spesifik, dan sesuai dengan usia si kecil. Ketika membuat keputusan untuk memberlakukan sebuah aturan, fikirkan juga mengenai tumbuh kembang Si Kecil. Jangan sampai aturan yang bunda buat malah akan menghambat perkembangannya. Misal, Bunda melarang Si Kecil corat-coret di dinding ruang tamu. Katakan padanya, “Kak, kalo kakak mau menulis/corat-coret boleh kok tapi di papan tulis yang kemarin Bunda belikan yaa….”. Atau alangkah lebih baik jika Bunda menyediakan satu dinding khusus untuknya berkreasi, misal satu bagian dinding di kamarnya, agar proses kreatif nya tak terhambat.
- Berikan pilihan. Misal, Si kecil selalu membuang bekal sekolahnya, ajak ia untuk menentukan bekal apa yang ingin ia bawa agar dimakan dan tidak dibuang.
- Berlakukan konsekuensi. Hukuman merupakan cara yang paling efektif untuk menghilangkan perilaku Si kecil yang tidak sesuai, namun jenis hukumannya bukanlah hukuman yang akan menyakiti Si kecil baik secara fisik ataupun psikologis. Menghukum berarti mengambil apa yang menjadi kesenangannya. Misal Si kecil enggan merapikan kembali mainan yang tercecer di lantai, berikan pengertian padanya bahwa hal tersebut tidak enak dipandang dan bahkan bisa membawa bahaya bagi dirinya atau anggota keluarga lain jika terjatuh atau terantuk mainan. Ajak ia untuk merapikannya, jika tetap enggan maka ia akan kehilangan kesempatan menikmati es krim di hari minggu siang yang merupakan kegiatan favoritnya. Konsekuensi bukan hanya berupa hukuman, namun memberikan hadiah juga merupakan konsekuensi jika Si Kecil melakukan tindakan yang baik atau mau mematuhi aturan. Hadiah yang diberikan baiknya berupa ungkapan kasih sayang atau pujian seperti pelukan dan kecupan, hindari memberi hadiah berupa uang atau barang.
Referensi: http://www.ayahbunda.co.id/
Sahabat Cookies
Ada kalanya Si bayi mungil kesayangan Bunda harus merasa sakit karena prosedur medis, misal saat ia diberi vaksin atau saat ia harus disunat untuk bayi laki-laki. Namun, Bunda jangan khawatir ada beberapa cara untuk mengatasi rasa sakit dan membuat Si bayi mungil merasa lebih nyaman.
Berikut 5 cara mengatasi rasa sakit pada bayi menurut M. Teres Verklan, Ph.D, seorang perawat spesialis neonatal di University of Texas Health Science Center’s School of Nursing, Houston:
- Biarkan si bayi menghisap dot atau puting ibu ketika atau setelah prosedur medis seperti vaksinasi
- Berikan kontak skin to skin (kulit ke kulit) antara Bunda dan bayi. Gendonglah Si bayi yang bertelanjang dada dengan menggunakan tangan bunda.
- Gunakan Lidocaine. Lidocaine adalah krim pengurang rasa kaku yang banyak tersedia di apotek dan dapat dioleskan kapan saja pada kulit si bayi. Membutuhkan waktu sekitar 60 sampai 90 menit untuk krim ini benar-benar bekerja mengurangi rasa sakitnya, tapi pengolesannya akan sangat membantu.
- Untuk bayi laki-laki yang disunat berikan subcutaneous ring block atau anestesi lokal pada dasar penis atau kulit bawah sekitar penis. Krim Lidocaine dapat meresap ke dalam kulit sebelum Si bayi disunat. Minta dokter untuk mengeoleskannya terlebih dahulu sebelum proses sunat berlangsung.
- Jika dokter memperbolehkan gunakan acetaminophen setelah si bayi mengalami prosedur medis apapun yang menyakitkannya, agar rasa sakitnya terminimalisir.
Referensi: parenting.co.id