Minggu, 15 Februari 2015

Manfaat Buah Pisang

Sahabat Cookies


Buah yang satu ini cukup mudah ditemui dimana dan kapan saja tanpa mengenal musim , terutama di daerah tropis seperti di Indonesia. Jenis dan macam dari buah ini juga banyak, mulai dari yang berukuran kecil sampai yang besar. Semua rasanya sama, yaitu manis.

Buah pisang, yang memiliki nama ilmiah musa paradisiaca, diyakini merupakan tanaman asli dari Asia. Begitu populernya tiap tempat mempunyai nama sendiri-sendiri bagi buah pisang — Banana (Inggris), Banaan (Belanda), Tsiu-Cha (Cina), Gedang (Jawa), Cau (Sunda), Biu (Bali), dan Uki (Timor). Ada tiga jenis pisang di Indonesia yang cukup populer, yaitu pisang Ambon (Gras Michael), pisang Susu (Lady Finger), dan pisang Badak (Cavendish).

Sifat khas tanaman pisang adalah menyukai daerah alam terbuka yang cukup sinar matahari. Tanaman ini sangat cocok tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl).  Bunga pisang disebut tutut atau jantung pisang, biasanya berwarna merah tua keunguan dengan bagian dalam yang berisi bakal buah pisang.

Sejak penanaman pohon pisang sampai dapat dipetik buah pisangnya memakan waktu sekitar 13-15 bulan. Sedangkan untuk masa panen berikutnya dibutuhkan waktu 3-4 bulan sekali. Semuanya tergantung dari umur anak pisang. Untuk perbanyakan paling sering dilakukan dengan tunas.

Beberapa penelitian tentang buah pisang menyebut jika buah pisang bisa membantu dalam mengatasi depresi, anemia, tekanan darah, membantu energi dalam otak, menyembuhkan sembelit, sakit jantung, urat syarat, dan masih banyak lagi. Buah pisang juga menjadi sumber penyedia protein dalam gula alami yang mudah diserap oleh tubuh. Kandungan vitamin B2 yang besar dalam buah ini memungkinkan adanya penambahan tenaga atau energi yang dijadikan andalan dalam susunan makanan yang bertujuan menghidupkan dan menyelaraskan kehidupan. Di samping menambah tenaga, vitamin ini juga bermanfaat dalam menjaga kesehatan mata dan kulit.

Pisang juga mengandung karbohidrat. Namun uniknya, karbohidrat di sini tidak bisa tersimpan dalam badan manusia, sehingga meski mengkonsumsi dalam jumlah banyak tidak akan menyebabkan berat badan bertambah. Jadi tidak perlu takut gemuk gara-gara banyak makan buah ini.

Buah pisang mentah pun tidak kalah hebatnya. Penelitian mengungkapkan pisang adalah satu-satunya buah yang bila dimakan mentah bisa menyembuhkan penyakit luka lambung dan menurunkan tekanan darah tinggi.  Manfaat lainnya adalah mengantisipasi keasaman lambung dan cocok bagi penderita gizi buruk.

Secar umum, kandungan gizi yang terdapat dalam setiap buah pisang matang adalah sebagai berikut: kalori, protein, lemak, karbohidrat, serat, kalsium, fosfor, besi, vitamin A, vitamin B, vitamin C, dan air. Jadi dengan mengkonsumsi buah ini secara tidak langsung sudah tercukupi gizinya.

Dalam memilih buah pisang, pilihlah yang sudah matang, dengan kulit berwarna hijau kekuning-kuningan dengan bercak coklat atau kuning, sebab ini akan mudah dicerna dan gula buah diubah menjadi glukosa alami secara cepat diabsorbsi ke dalam peredaran darah, pisang yang mentah akan sulit dicerna.

Referensi : khasiatbuah.com

Baca juga artikel lainya.. Sahabat Cookies

Kamis, 12 Februari 2015

Khasiat Buah Pinang

Sahabat Cookies


Pinang adalah sejenis palma yang tumbuh di daerah Pasifik, Asia dan Afrika bagian timur. Pinang juga merupakan nama buahnya yang diperdagangkan orang. Pelbagai nama daerah di antaranya adalah pineung (Aceh), pining (Batak Toba), penang (Md.), jambe (Sd., Jw.), bua, ua, wua, pua, fua, hua (aneka bahasa di Nusa Tenggara dan Maluku) dan berbagai sebutan lainnya. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Betel palm atau Betel nut tree, dan nama ilmiahnya adalah Areca catechu.

Pohon pinang berbatang lurus langsing, dapat mencapai ketinggian 25 m dengan diameter lk 15 cm, meski ada pula yang lebih besar. Tajuk tidak rimbun.
Pelepah daun berbentuk tabung dengan panjang 80 cm, tangkai daun pendek; helaian daun panjangnya sampai 80 cm, anak daun 85 x 5 cm, dengan ujung sobek dan bergerigi. Di Jawa, pinang tumbuh hingga ketinggian 1.400 m dpl.

Pinang terutama ditanam untuk dimanfaatkan bijinya, yang di dunia Barat dikenal sebagai betel nut. Biji ini dikenal sebagai salah satu campuran orang makan sirih, selain gambir dan kapur.

Biji pinang mengandung alkaloida seperti misalnya arekaina (arecaine) dan arekolina (arecoline), yang sedikit banyak bersifat racun dan adiktif, dapat merangsang otak. Sediaan simplisia biji pinang di apotek biasa digunakan untuk mengobati cacingan, terutama untuk mengatasi cacing pita. Sementara itu, beberapa macam pinang bijinya menimbulkan rasa pening apabila dikunyah. Zat lain yang dikandung buah ini antara lain arecaidine, arecolidine, guracine (guacine), guvacoline dan beberapa unsur lainnya. Secara tradisional, biji pinang digunakan dalam ramuan untuk mengobati sakit disentri, diare berdarah, dan kudisan. Biji ini juga dimanfaatkan sebagai penghasil zat pewarna merah dan bahan penyamak.

Akar pinang jenis pinang itam, di masa lalu digunakan sebagai bahan peracun untuk menyingkirkan musuh atau orang yang tidak disukai. Pelepah daun yang seperti tabung (dikenal sebagai upih) digunakan sebagai pembungkus kue-kue dan makanan. Umbutnya dimakan sebagai lalapan atau dibikin acar.

  • Beberapa khasiat buah pinang adalah sebagai berikut:

Mengobati telinga bernanah. Caranya, ambil akar buah pinang muda secukupnya, tumbuk halus, peras airnya. Bersihkan terlebih dahulu telinga anak yang sakit dengan kapas, setelah itu tetesi dengan air perasan pinang di bagian telinga yang sakit sebanyak 3 tetes. Sumbat telinga dengan kapas agar air tetesan tidak mengalir keluar. Lakukan setiap hari secara rutin hingga sembuh.
Mengobati eksema. Caranya, ambil isi buah pinang 1 butir, biji jangkang 5 butir, lalu tumbuk halus keduanya. Tambahkan minyak zaitun / minyak kelapa dan kapur sirih, lalu gosokkan / urapkan pada bagian kulit yang terkena eksema. Balut dengan kait. Lakukan dua kali sehari secara rutin.

Referensi : khasiatbuah.com

Baca juga artikel lainya.. Sahabat Cookies

Tips Memberi Obat Untuk si Kecil

Sahabat Cookies



Semua orangtua tentu ingin anaknya sehat selalu, namun pengaruh cuaca buruk saat ini sukses membuat Si Kecil jatuh sakit. Mengingat usia nya yang masih hitungan bulan, kadang Bunda tak tega memberinya obat. Namun demi kesembuhannya, hal ini tetap perlu dilakukan. Jangan khawatir Bunda, sesungguhnya pemberian obat akan terrasa lebih menenangkan jika Bunda tahu langkah-langkah tepatnya. Berikut beberapa tips pemberian obat untuk si Kecil yang bisa Bunda coba praktekan di rumah, selamat mencoba :)

  1. Gunakan alat bantu seperti pipet atau spuit agar memudahkan bayi menelan dan meminimalisir tumpahan. Hindari penggunaan sendok, karena pada umumnya bayi belum bisa menelan sempurna dan cenderung tumpah.
  2. Berilah obat pada saat Si Kecil bangun, tidak saat ia tertidur.
  3. Beberapa obat boleh diminum bersama dengan jus atau susu, namun ada pula beberapa obat yang justru tidak boleh dicampur. Untuk mengetahuinya, bertanyalah pada dokter Si Kecil. Misalnya, obat antibiotik tidak boleh dicampur dengan susu, atau serbuk diare tidak boleh dicampur dengan susu ataupun jus karena akan mengental.
  4. Posisikan Si Kecil menghadap ke atas, terlentang di lpatan antara tangan dan lengan Bunda, sambil dengan pelan-pelan dan lembut masukkan obat dengan spuit atau pipet. 
  5. Berikan obat sedikit demi sedikit, tidak harus selesai dalam sekali pemberian.
  6. Jika belum sampai 30 menit, Si kecil memuntahkan lagi obatnya, maka pemberian obat harus diulang.
  7. Agar Si Kecil tidak merasakan pahitnya obat, maka sangat dianjurkan untuk menggunakan sirup pemanis pada obat khususnya obat jenis puyer. Namun hal ini tidak berlaku untuk Si Kecil yang masih berusia di bawah 6 bulan.